Ada beberapa kisah fantastis tentang Imam al-Ghazali yang kelihatannya jarang ditemukan dalam buku-buku biografi tentangnya.
1) Kisah tentang dialog Imam al-Ghazali dengan Maha Gurunya yaitu Imam al-Haramain tentang makna faqih. Suatu ketika Imam al-Haramain memerintahkan Imam al-Ghazali untuk membuka pintu kamar yang di dalam kamar tersebut berisi penuh buku-buku. Lalu Imam al-Haramain berkata kepada muridnya tersebut, "aku tidak dipanggil dengan julukan al-faqih kecuali jika aku telah membaca semua buku-buku di dalam kamar ini.". Imam al-Ghazali saat itu juga tertegun. Kemungkinan besar jumlah bacaan Imam al-Ghazali lebih banyak dari seluruh buku-buku yang ada di kamar tersebut.
2) Ketika Imam al-Ghazali melakukan suluk di bawah tarbiyah Imam Yusuf al-Nassaj, ia membawa jerigen air yang terbuat dari kulit sapi dan dipanggul di punggungnya, lalu beliau berputar-putar mengelilingi pasar sembari menawarkan pada setiap orang yang lewat sebagai bentuk riyadhah beliau untuk menghancurkan hawa nafsu agar tidak berada dalam kesombongan. Bayangkan, Imam al-Ghazali yang pada waktu itu berstatus sebagai guru besar di universitas al-Nidzamiyyah, universitas Islam paling favorit pada masanya, bersedia melakukan hal tersebut.
3) Pengarang kitab al-Tarjuman al-Asywaq bercerita bahwa kasyf yang dimiliki Imam al-Ghazali tidak sebening kasyfnya para sufi yang belum pernah melakukan kerja intelektual ijtihad fiqih yang rumit-rumit. Masa lalu Imam al-Ghazali yang mufakkir, 'amiq di bidang fiqih, menjadi penghambat atas kebeningan kasyf sufistiknya. Ibnu Arabi menjelaskan bahwa hal itu diakui sendiri oleh Imam al-Ghazali.
Rahimahullah wa nafa'ana bi 'ulimih.
Penulis :
Sumber :
Komentar
Posting Komentar