Para pengamat pendidikan modern seringkali menyampaikan, bahwa di masa mendatang, kompetensi menghafal sudah tidak lagi diperlukan. Gagasan ini juga seringkali diungkapkan oleh Mendikbud Indonesia, Nadiem Makarim. Menurutnya, tantangan masa depan memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan kemampuan selain menghafal, yakni kemampuan memahami konsep bacaan (literasi) dan kemampuan numerasi, (mengaplikasikan konsep hitungan di dalam suatu kompleks yang abstrak atau nyata). Syaikh Ibnu Abdil Barr, seorang ulama besar Islam dari Spanyol, dalam kitabnya, Jami’ al-Bayan al-Ilm (jilid 2, hlm. 1020), mengatakan bahwa, “Pandangan mainstream mayoritas ulama Islam adalah; menganggap tercela memperbanyak menghafal hadits tanpa memahami dan mentadaburi makananya”. Masih di halaman yang sama, beliau amat menyayangkan fenomena di zaman beliau di mana banyak orang yang suka menghafal banyak hadits, namun tidak diiringi dengan pemahaman akan maknanya. Lebih jauh lagi, syaikh Yusuf a...