Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah dan Ilmu Kalam

Urutan Kitab-Kitab Pembelajaran Ilmu Aqidah

Suatu malam saya menghadap asy-Syaikh al-Mu’allim Maulana Husam Ramadhan hafidzahullah untuk suatu urusan. Kebetulan saat itu ada beberapa teman dari bangsa Afrika yang sedang konsultasi tentang tahapan mempelajari ilmu-ilmu rasio, karena di antara mereka ada yang ingin masuk jurusan Aqidah dan Filsafat Universitas Al-Azhar. Di tengah pembicaraan, Syaikh bertanya tentang kitab-kitab dalam ilmu Aqidah yang dipelajari di negara mereka. Lalu disebutkan beberapa, di antaranya Aqidah Thahawiyah . Kemudian beliau bertanya, “Yang mengajar seorang Asy’ari atau bukan?”, kemudian “Iya” jawabnya. “Bagus kalau begitu” respon beliau. Lalu beliau berkata: “Saya akan mensyarah Thahawiyah Insyaallah. Sebagian orang salah dalam memahami isinya, padahal sebetulnya justru sangat bertentangan dengan apa yang mereka katakan.” “Hanya saja,” lanjut beliau “Thahawiyah bukan kitab pengajaran. Syarah-syarahnya juga bukan. Kitab-kitab pengajaran dalam disiplin ilmu ini adalah pertama Sanusiyat . Tapi yang Kubr...

Perbedaan Istilah Asy'ariyyah (أشعرية) dan Asya'irah (أشاعرة)

Selama ini, kita mungkin menganggap bahwa kedua istilah ini tidak memiliki perbedaan atau dengan kata lain merupakan dua istilah yang berbeda lafadz saja tetapi pemakaiannya sama. Ternyata, ada beberapa ulama yang membedakan penggunaan kedua istilah ini, diantaranya sebagaimana yang terdapat di dalam kitab Dustur al-Ulama' karya 'Abdun Nabi bin 'Abdir Rasul Ahmad al-Nakari, ia berkata : الفرق بين الأشاعرة والأشعريّة أن الأشعرية في مقابلة الماتريديّة وهم الذين تبعوا أبا الحسن الأشعري. والأشاعرة في مقابلة المعتزلة شاملة للماتريديّة والأشعرية. والأشاعرة إذا وقعت في مقابلة الحكماء، فالمراد بها جميع المتكلمين . "Perbedaan antara Asya'irah dan Asy'ariyyah adalah bahwa Asy'ariyyah ditujukan untuk orang-orang yang mengikuti Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan merupakan lawan dari Maturidiyyah (orang-orang yang mengikuti Imam Abu Manshur al-Maturidi). Sedangkan Asya'irah  ditujukan untuk orang-orang yang mengikuti Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari...

Kapan Kiamat?

Tidak ada yang tau kapan kiamat akan terjadi. Hanya Allah yang tau kapan persisnya. Namun ada sebagian ulama yang mencoba memprediksi kapan kiamat itu akan terjadi. Dialah imam Suyuthi. Dulu di zaman beliau, karena ada sebuah hadits palsu, tersebarlah di kalangan awam bahwa kiamat akan terjadi sebelum tahun 1000 hijriah. Di saat itu adalah tahun 898 hijriah, yang mana kalau isu itu benar maka hanya tersisa 102 tahun lagi menjelang bumi ini hancur lebur. Hal itu cukup membuat gaduh. Maka imam Suyuthi menulis sebuah risalah tentang hal itu dan beliau jelaskan bahwa umur bumi ini pasti akan melampaui tahun 1000 hijriah. Itulah kesimpulan yang beliau peroleh dari berbagai riwayat yang ada. Dan memang kenyataannya tidak terjadi apa-apa di tahun 1000 hijriah. Tapi uniknya, di samping membantah isu kiamat tersebut, beliau juga menegaskan bahwa umur bumi ini tidak akan melampaui tahun 1500 hijriah. “Tidak mungkin sama sekali umur bumi sampai 1500 tahun (semenjak masa nabi)” kata beliau. Sekara...

Mentauhidkan Allah = Mengesakan Allah?

Dalam keadaan seriuskah saya membuat judul di atas? Ya.....bila yang dimaksud dari “mengesakan Allah” adalah “menjadikan-Nya esa” (جعلته واحدا). Hal ini perlu dipertanyakan kembali, apakah benar bahwa makna tauhid adalah menjadikan-Nya esa? karena bila begitu, apakah sebelum kita mengesakan-Nya, Allah belum esa sehingga baru menjadi esa ketika kita esakan? atau apakah Allah butuh dijadikan esa sementara kita tau bahwa ia selalu esa tanpa kita esakan? Banyak sekali dari kita yang menerjemahkan kata “tauhid” menjadi “mengesakan”, tetapi apa sebetulnya yang dimaksud dengan “mengesakan” itu sendiri? Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa disini saya tidak sedang ingin menyalahkan terjemahan kata “tauhid” menjadi “mengesakan”, tidak. Saya hanya ingin berdiskusi dan mengajak kita berpikir kembali apa yang dimaksud dengan “mengesakan”. Setidaknya, ada dua makna yang bisa saya tangkap dari kata “mengesakan” : 1. Menjadikan sesuatu yang jamak menjadi satu (tunggal). 2. Menganggap atau mengakui b...