Suatu malam saya menghadap asy-Syaikh al-Mu’allim Maulana Husam Ramadhan hafidzahullah untuk suatu urusan. Kebetulan saat itu ada beberapa teman dari bangsa Afrika yang sedang konsultasi tentang tahapan mempelajari ilmu-ilmu rasio, karena di antara mereka ada yang ingin masuk jurusan Aqidah dan Filsafat Universitas Al-Azhar. Di tengah pembicaraan, Syaikh bertanya tentang kitab-kitab dalam ilmu Aqidah yang dipelajari di negara mereka. Lalu disebutkan beberapa, di antaranya Aqidah Thahawiyah . Kemudian beliau bertanya, “Yang mengajar seorang Asy’ari atau bukan?”, kemudian “Iya” jawabnya. “Bagus kalau begitu” respon beliau. Lalu beliau berkata: “Saya akan mensyarah Thahawiyah Insyaallah. Sebagian orang salah dalam memahami isinya, padahal sebetulnya justru sangat bertentangan dengan apa yang mereka katakan.” “Hanya saja,” lanjut beliau “Thahawiyah bukan kitab pengajaran. Syarah-syarahnya juga bukan. Kitab-kitab pengajaran dalam disiplin ilmu ini adalah pertama Sanusiyat . Tapi yang Kubr...