Kalau memang hadits dhaif diharamkan, mengapa Imam Ahlus Sunah berikut ini berkenan dengan penggunaan hadits dhaif ?
قال أحمد بن حنبل يقول إذا روينا عن
رسول الله صلى الله عليه وسلم: في الحلال والحرام شددنا في الأسانيد وإذا روينا عن
النبي صلى الله عليه وسلم في فضائل الأعمال ومالا يضع حكماً ولا يرفعه تساهلنا في
الأسانيد
Ahmad bin Hambal berkata: “Bila kami meriwayatkan dari Nabi tentang hukum halal dan haram, maka kami sangat selektif dalam hal sanad. Jika kami meriwayatkan keutamaan amal dan selain hukum, maka kami tidak selektif." (Thabaqat Hanabilah, 1/171).
Atau jangan-jangan kalian mau mengeluarkan Imam Bukhari juga dari Ahlus Sunah wal Jama'ah ya? karena beliau pernah berkata seperti ini :
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ: اﺣﻔﻆ ﻣﺌﺔ ﺃﻟﻒ ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﻭﻣﺎﺋﺘﻲ ﺃﻟﻒ ﺣﺪﻳﺚ ﻏﻴﺮ ﺻﺤﻴﺢ
Bukhari berkata: "Saya hafal 100.000 hadits shahih dan hafal 200.000 hadits tidak shahih/dhaif." (Faidh al-Qadir, 1/17).
Hadits-hadits dhaif yang dihafal oleh Imam Bukhari banyak dicantumkannya di dalam kitabnya seperti Adab al-Mufrad, al-Tarikh al-Kabir dan al-Shaghir. Atau jangan-jangan mau mengeluarkan panutan kalian juga, Syaikhul Islam mereka, Ibnu Taimiyyah, dari Ahlus Sunah wal Jama'ah? karena Ibnu Taimiyah berkata :
ولهذا كانوا يسهلون فى أسانيد أحاديث الترغيب والترهيب مالا يسهلون
فى أسانيد أحاديث الأحكام
"Oleh karenanya, para ulama tidak selektif dalam sanad-sanad hadits tentang motivasi dan dorongan (mereka membolehkan hadits dhaif), tidak seperti ketika mereka sangat selektif terhadap sanad-sanad hadits tentang hukum (hanya menerima hadits-hadits shahih)." (Majmu' Fatawa, 20/206).
Dalam kitab Syekh Ibnu Taimiyah, banyak juga terdapat hadits-hadits dhaif. Kalau tidak percaya, silahkan baca kitab al-Kalim al-Thayyib yang ditakhrij oleh Syekh Albani. Hadits dhaifnya ada 15. Hadits dhaif jiddan-nya ada 7. Bahkan ada 5 hadits palsu (gambar tabel ada di bawah).
Atau jangan-jangan juga akan mengeluarkan imam dan pujaan kalian, Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab? dalam kitab beliau yang paling populer yang berjudul al-Tauhid, banyak ditemukan hadits-hadits dhaif, padahal kitab tersebut adalah kitab Akidah (sudah saya baca beberapa ulama Saudi yang tetap membela dan mentakwilnya). Kalau tidak percaya silahkan baca artikel dari ustaz kalangan mereka sendiri di bawah ini :
Penulis :
Sumber :
Komentar
Posting Komentar