At-Taallum dalam ilmu sharf termasuk dalam wazan tafa'ala yatafa'alu tafa'ulan. Bina' wazan ini biasanya menunjukkan makna takalluf dan mua'nah. Takalluf adalah mencari atau menghasilkan sesuatu yang dikejar sedikit demi sedikit, sambil memaksakan diri. Mu'anah, sabar menahan derita kesulitan dalam mengejar cita yang diinginkan. Iya, belajar harus perlahan dan sabar menanggung derita. Sebab ilmu adalah sesuatu yang tinggi dan tak ternilai harganya. al-Alya la tudraku bil Huwaina.
***
Isim yang datang dengan wazan فاعِل biasanya jamak taksirnya dengan shigat فُعَّال seperti عامل jamaknya عُمَّال. Wazan ini fi'ilnya seringkali muta'addi, memerlukan kepada objek.
Isim yang datang dengan wazan فَعِيْل biasanya menunjukkan makna sifat yang kokoh, lifestyle, gharizah. Jamaknya biasanya dengan wazan فُعَلاء
Seperti شَرِيْف - شُرفاء atau كَرِيْم - كُرَماء.
Wazan ini fiilnya selalu lazim, menunjukkan makna sifat yang mendarah-daging.
Kata عَالِم (orang yang berilmu), harusnya jamak taksir sesuai qiyasnya adalah عُلَّام. Tapi jamaknya justru عُلَماء mengambil jamak taksir dari isim yang berwazan فَعِيْل.
Ini karena ilmu itu merupakan sifat yang didapatkan setelah praktik yang panjang, hidup di dalam ilmu dengan waktu yang lama, seakan-akan dia adalah sifat yang kokoh, naluri, lifestyle. Maka dimasukkanlah jamak عَلِم dengan عُلماء sebagaimana jamak sifat-sifat kokoh yang lain. Ini Isyarat untuk menjadi 'alim itu tidak cukup satu-dua tahun, tidak cukup belajar satu-dua kitab. Tidak cukup hanya hadir majlis dalam satu-dua kitab. Tapi harus hidup di dalamnya: dengan menghafal, mengulang, mendiskusikannya, mengajarkannya dan puncaknya: mengamalkan dan menjadikan ilmu sebagai lifestyle.
Penulis :
Sumber :
Komentar
Posting Komentar