Setiap menulis surat, ayahanda Habib MQS selalu menutup dengan dua pesan:
1. Bergaullah dengan orang-orang yang engkau mendapatkan ilmu dan manfaat darinya
2. Gunakanlah kesempatan sebanyak mungkin untuk memperdalam bahasa, karena bahasa itu kunci pengetahuan.
Mari kita membahas nasehat yang kedua itu; memperdalam bahasa. Pesan itu layaknya sebuah "matan" yang mesti harus disyarah bahkan dihasyiahi.
Redaksi "sebanyak mungkin untuk memperdalam bahasa" adalah sebuah isyarat akan pentingnya menyamudera dalam mempelajari bahasa, khususnya bahasa Arab. Apalagi pesan itu diulang-ulang saban-saban beliau dikirimi surat.
Syaikh Ibrahim Khuli mengatakan bahwa 'Takrar' (pengulangan) dalam Alquran tidak terjadi kecuali sebagai penguat dan hal yang menunjukkan keagungan sesuatu yang diperintahkan agar melekat dengan erat.
Misalkan pengulangan di :
يَا
قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ
"Mengapa diulang-ulang?! Kerena hal itu menyangkut akidah yang merupakan asas dalam Agama. Oleh karena itu diulang berkali-kali." Ungkap syaikh Ibrahim Khuli.
Nah, pesan yang diulang-ulang ayahanda beliau, Habib Abdurrahman Shihab tentang mendalami bahasa bukanlah sekedar pesan yang sepele, melainkan pesan yang agung, terlebih bagi beliau yang kala itu hendak ingin memasuki tafsir.
Setidaknya ada 12 cabang ilmu bahasa yang dinazhamkan dalam dua bait dari Bahar Basith
نحو وصرف عروض ثم قافية ● وبعدها لغة قرضٌ
وإنشـــــــــاء
خط بيان معان مع محاضــــرة ● والاشتقاق لها الآداب
أسماء
1. Nahwu
2. Sharaf
3. Arudh
4. Qafiyah
5. Matan Lughah
6. Ilmu Kritik Syi'ir
7. Insya'
8. Khath
9. Ilmu Bayan
10. Ilmu Ma'ani
11. Ilmu Muhadharah
12. Ilmu Isytiqaq
Ibnu Khaldun dalam Mukaddimah mengatakan:
الفصل الخامس والأربعون في علوم اللسان العربيّ
أركانه أربعة وهي اللّغة والنّحو والبيان والأدب
ومعرفتها ضروريّة على أهل الشّريعة إذ مأخذ الأحكام الشّرعيّة كلّها من الكتاب
والسّنّة وهي بلغة العرب ونقلتها من الصّحابة والتّابعين عرب وشرح مشكلاتها من
لغاتهم فلا بدّ من معرفة العلوم المتعلّقة بهذا اللّسان لمن أراد علم الشّريعة.
Pondasi ilmu bahasa Arab ada 4 yaitu Lughah, Nahwu, Bayan, Adab, dan mengetahui keseluruhan adalah merupakan keharusan bagi orang yang mempelajari Agama, sebab sumber hukum-hukum Agama berasal dari Alquran dan Sunnah Nabi dan keduanya berbahasa Arab serta dinukil dari sahabat dan tabi'in yang juga berbahasa Arab serta menjelaskan makna-makna rumitnya dari bahasa mereka. Maka seyogyanya mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab bagi yang hendak mempelajari ilmu Agama.
Kembali ke awal. Bagi pemerhati buku-buku Habib MQS, sedikit atau banyak akan menemukan tulisan-tulisan beliau yang kental dengan pembahasan bahasa, serta menjelaskan keunikan, keindahan dan rahasia-rahasia bahasa Arab yang dihidangkan dari akar sebuah kata. Mula-mula beliau menjelaskan asal usul sebuah kata yang darinya lahir makna-makna yang berbeda. Kemudian, beliau mengambil kesimpulan dari apa yang Allah futuhkan (bukakan pemahaman) kepada beliau.
Beliau kalau gak salah beliau sering menyarankan untuk membaca kitab Mu'jam Maqayis karya Ibnu Faris. Sebuah kamus yang menghidangkan asal-usul kata yang darinya lahir cabang-cabang bentuk dengan makna berbeda.
Misalnya ketika hendak menjelaskan makna "kafir", berpagi-pagi beliau mengemukakan makna umum yaitu "menutupi" yang darinya terdapat makna-makna yang berbeda. Karenanya malam bisa disebut kafir lantaran ia menutup banyak sesuatu. Sebagaimana malam menutupi sesuatu yang indrawi, kafir juga menutup cahaya keimanan yang merupakan sesuatu yang maknawi, serta banyak lagi istinbath beliau terhadap lafadz Alquran yang pada asalnya terdapat dalam Syi'ir Jahili dan kalam-kalam Arab.
حتى إذا
ألقت يدا في كافر ● وأجن عورات الثغور ظلامها
Dari syiir yang disenandungkan oleh Labid bin Rabiah ini, saripati makna Kafir dengan detail bisa dipahami.
Saya pernah bertanya kepada seorang syaikh, bagaimana cara seorang bisa bagus mempelajari bahasa. Dengan menghafal kamus? Menghafal syi'ir-syi'ir dan natsr Arab? Menghafal ibarat-ibarat ulama?
Syaikh itu menjawab :
Cara mempelajari bahasa yang bagus adalah langsung belajar kepada pakarnya. Bukan hanya otodidak!
Alhamdulillah di al-Azhar sendiri banyak pakar Bahasa seperti syaikh Ibrahim Khuli, syaikh Abu Musa, syaikh Fauzi Konate dan ulama-ulama Azhar yang lain.
Allamah al-Hilli, salah satu sarjanawan syi'ah mengatakan :
بقدر لغات المرء يكثر نفعه ■ وتلك له عند الملمات
اعوانُ
تهافت على حفظ اللغات وفهمها ■ وكل لسان في الحقيقة
إنسانُ
Seberapa kadar kemampuan bahasa seseorang, akan banyak manfaat baginya. Bahasa baginya adalah penolong dalam hal-hal yang genting
Terus meneruslah mempelajari bahasa dan memahaminya. Setiap bahasa sebenarnya adalah representasi dari seseorang (manusia).
Buuts, 31 Januari 2020
Foto : Santri-santri Baitul Qur'an. 😁
Penulis :
Beben (Syihab Syaibani)
Sumber :
Komentar
Posting Komentar